Connect with us

Sains & Teknologi

Top 3 Tekno Hari Ini: Waspada Virus Nipah dan Banjir Kalsel Awet

Published

on

TEMPO.CO, Jakarta – Top 3 Tekno Berita Hari Ini diawali dari berita waspada virus Nipah dari Malaysia. Artikel berisi wawancara dengan Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya.

Dua artikel dari wawancara itu mengisi Top 3 Tekno Berita Hari Ini. Artikel yang kedua menjelaskan struktur virus itu kenapa mudah bermutasi. Dijelaskan di sana, “Karakternya seperti flu dan Covid-19 yang mudah bermutasi.”

Berita ketiga berisi keterangan dari Wali Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, bahwa bencana banjir di daerahnya belum usai meski sudah memasuki hari ke-19. Dia menyebutkan, debit air yang masuk ke Sungai Lulut, Sungai Andai dan Sungai Gardu dari sungai induk sungai Martapura masih tinggi.

Berikut Top 3 Tekno Berita Hari Ini, Rabu 3 Februari 2021, selengkapnya,

1. Waspada Virus Nipah dari Malaysia, Ini Peringatan Pakar Unair

Virus Nipah menjadi pembicaraan akhir-akhir ini. Saat pandemi Covid-19 masih memukul berbagai sendi kehidupan, virus Nipah menjadi sorotan karena ilmuwan di sejumlah Asia menyampaikan kasus yang terjadi di negaranya.

Baca:
Guru Besar Unair Sebut Struktur Virus Nipah Mudah Bermutasi

Guru Besar dari Universitas Airlangga (Unair) Chairul Anwar Nidom menerangkan infeksi virus Nipah, yang belum ditemukan di Indonesia, bisa melalui urine atau feses, air liur atau buah-buahan yang bekas digigit kelelawar atau dimakan babi. “Kemudian menular ke manusia,” ujar dia saat dihubungi, Selasa malam, 2 Februari 2021.

Virus Nipah pertama diketahui pada 1998 di Malaysia. Virus tersebut kemudian menyebar ke sejumlah negara, seperti Thailand, India, Singapura, Cina, dan Bangladesh. Dan masuk dalam daftar sepuluh penyakit menular Organisasi kesehatan dunia (WHO) yang memiliki risiko kesehatan terbesar

2. Guru Besar Unair Sebut Struktur Virus Nipah Mudah Bermutasi

Di tengah pandemi Covid-19, ada virus lain yang menjadi perbincangan di sejumlah negara di Asia, yaitu virus Nipah. Guru Besar dari Universitas Airlangga Chairul Anwar Nidom menerangkan, virus tersebut memiliki struktur RNA.

Baca:
Kepri Waspadai Ancaman Virus Nipah dari Malaysia, Berpotensi Pandemi

“Artinya, karakternya seperti flu dan Covid-19 yang mudah bermutasi,” ujar dia saat dihubungi, Selasa malam, 2 Februari 2021.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan virus Nipah pertama diketahui pada 1998 di Malaysia. Virus tersebut kemudian menyebar ke sejumlah negara, seperti Thailand, India, Singapura, Cina, dan Bangladesh.

3. Banjir Banjarmasin Belum Usai Hingga Hari Ke-19 Sejak Tanggap Darurat

Wali Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, H. Ibnu Sina, menyatakan musibah banjir di daerahnya belum usai hingga memasuki hari ke-19 sejak ditetapkan status tanggap darurat banjir.

Baca:
Hari ke-16, Banjir Besar Kalimantan Selatan Mulai Surut

“Banjir belum usai karena masih ada beberapa daerah yang masih tergenang hingga kini,” ujarnya di Banjarmasin, Selasa, 2 Februari 2021.

Dia menyebutkan, debit air yang masuk ke Sungai Lulut, Sungai Andai dan Sungai Gardu dari sungai induk sungai Martapura, masih tinggi hingga genangan di sejumlah titik berdekatan sungai-sungai itu lambat surut.



Source link

https://tekno.tempo.co/read/1429468/top-3-tekno-hari-ini-waspada-virus-nipah-dan-banjir-kalsel-awet

Continue Reading